Jumat, 15 Februari 2019

Doa iftitah yang biasa atau secara umum dibaca saat para umat muslim ''melakukan ibadah shalat''

Doa iftitah - merupakan doa yang dibaca setelah takbiratul ihram,yaitu pada takbiratul ikhram pertama dalam shalat, dan sebelum membaca doa Al fatihah. Doa iftitah ini mengandung harapan berupa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. Bacaan doa iftitah ini memiliki beberapa macam bacaan, ada yang panjang dan ada yang pendek.


Berikut ini merupakan doa iftitah yang biasa atau secara umum dibaca saat para umat muslim melakukan ibadah shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah.


اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا, وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ, اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

Artinya:
Allah maha besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari.Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang orang yang musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk orang orang muslim.

Berdasarkan hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, doa iftitah ini merupakan doa iftitah yang biasanya dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat menunaikkan ibadah shalat wajib.




اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Artinya: Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan kesalahanku dengan salju, air dan air es.


Share:

Kamis, 14 Februari 2019

''15 Amalan Dihari Jum'at''

Sunnah-Sunnah Hari Jumat

15 Amalan Dihari Jum'at

Apakah kamu tahu hari apa yang paling istimewa dalam agama Islam? Ya, bener banget, hari Jum’at. Hari Jum’at merupakan hari yang begitu istimewa bagi muslim di seluruh dunia.

Di hari Jum’at, seorang laki-laki muslim diwajibkan melaksanakan ibadah shalat Jum’at di masjid. Semua berkumpul untuk bersama-sama melaksanakan perintah Allah.

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. AlJumu’ah: 9-10)

Ada banyak sunnah yang bisa kamu lakukan di hari Jum’at, mulai dari ketika hari tersebut dimulai, saat sebelum shalat Jum’at, sampai ketika kita melaksanakan shalat Jum’at.

Berikut ini ada 15 sunnah yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan kepada kita.

  • Membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam Salat Shubuh.
  • Membaca Surat Al-Kahfi.
  • Memperbanyak Shalawat.
  • Mandi Jumat Bagi yang Menghadiri Salat Jumat.
  • Memakai Pakaian Terbaik
  • Memakai Wewangian.
  • Berangkat ke Masjid dalam Keadaan Sudah Berwudhu
  • Berangkat ke Masjid Lebih Awal.
  • Berangkat ke Masjid dengan Berjalan kaki
  • Mendekat kepada Imam/Khatib
  • Melaksanakan Salat Tahiyyatul Masjid Sebelum Duduk
  • Diam untuk Mendengarkan Khutbah
  • Melaksanakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Jumat
  • Memperbanyak Doa.
  • Bersedekah


Share:

Rabu, 13 Februari 2019

''kematian adalah awal dari mulainya episode di dalam kehidupan''


Kehidupan setelah mati menurut Islam, mati merupakan sesuatu yang pasti untuk setiap makhluk yang bernyawa,Sejatinya kematian adalah awal dari mulainya episode di dalam kehidupan.Bukanlah menjadi kemusnahan melainkan suatu pembaharuan serta perpindahan awal hidup yang sebenarnya.

seperti itulah firman Allah:Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang tidak merasakan mati, bahkan malaikat pencabut nyawa pun nantinya juga akan merasakannya dan hanya Allah yang hidup sebelum semua dibangkitkan di hari akhir atau hari pembalasan nanti.

kita menjad lebih menyadari bahwa hidup hanya sementara, kita smeua akan mengalami kematian, apa yang telah kita perbuat selama umur yang telah berjalan ini, apa saja dosa dosa baik kepada Allah ataupun sesama makhluk Nya, tindakan dan ucapan apa saja yang selama ini yang menyakiti orang tua, orang lain, atau orang orang terdekat kita, itu semua lah yang nantinya akan dipertanyakan,Dan harus kita pertanggungjawabkan dihadapan TUHAN.

Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah titipan semata, kita atau setiap orang di sekitar kita bisa kapan saja diambil oleh Nya dengan jalan kematian, karena itu lakukan lah yang terbaik selama masih diberi kesempatan hidup dengan beribadah kepada Nya dan menyayangi orang orang terdekat kita serta berbuat baik pada sesama.


Kematian datang berulang-ulang, menjemput setiap orang, orang tua maupun anak-anak, orang kaya maupun orang miskin, orang kuat maupun orang lemah. Semuanya menghadapi kematian dengan sikap yang sama, tidak ada kemampuan menghindarinya, tidak ada kekuatan, tidak ada pertolongan dari orang lain, tidak ada penolakan, dan tidak ada penundaan. Semua itu mengisyaratkan, bahwa kematian datang dari Pemilik kekuatan yang paling tinggi. Meski sedikit, tak seorang pun manusia memiliki wewenang atas kematian.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya surga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira? Kemungkinan apakah yang kamu nantikan? Kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai, saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Allah) dengan perjalanan yang bagus

Pada masa ini hendaknya kita sering beristigfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat. Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah. Pikiran harus tetap tenang dan dipusatkan pada Sang Pencipta Yaitu Allah SWT.

Semoga kita semua mati dlam keadaan husnul khotimah AMIIN ya Rab....!
Share:

Rabu, 06 Februari 2019

Jangan Lama-lama Membujang ...! "KARENA Menikah ADALAH Anjuran Dalam Islam."



hukumislamkaji.blogspot.comIslam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam juga memberikan perhatian besar pada terwujudnya generasi penerus yang shalih dan shalihah. Karenanya, Islam menganjurkan umatnya untuk menikah dan melarang hidup membujang.

Menikah adalah menyatukan atau menghubungkan ikatan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dengan syarat ijab qabul. 

Ijab adalah ucapan dari seorang wali nikah yakni ayah atau seorang yang diwakilkan(karena ayahnya sudah meninggal) untuk menikahkan anak perempuannya kepada calon pengantin pria dan atau penyerahan dari wali (pihak pertama).
qabul adalah jawaban dari calon suami atas ijab yang  diucapkan oleh wali nikah dan atau penerimaan dari calon suami (pihak kedua).

Islam memandang menikah dengan sangat-sangat baik karena nikah merupakan salah satu anjuran Allah SWT dan sunnah rasulullah SAW. Bagi seorang muslim yang apabila sudah mampu untuk menikah, maka menikahlah! karena dengan menikah dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. 

Selain itu menikah dapat memberi kenyamanan dan ketenteraman hati kepada kita sehingga mata dan hawa nafsu kita dapat terjaga dengan menikah. Allah menganjurkan kita untuk menikah pasti ada hikmahnya, coba kita bayangkan jikalau kita mempunyai istri/suami, maka kita dapat menikmati indahnya rasa cinta yang ia curahkan kepada kita. selain itu,  kalau ada masalah kita dapat curhat kepadanya, jikalau kita lagi sakit ada yang merawatnya. Dan yang paling istimewa adalah memperoleh keturunan-keturunan yang shaleh dari hasil buah cinta kita dengan suami/istri. Yang nantinya keturunan kita tersebut dapat menjadi penerus kita, yang selalu mendoakan kita, menjaga dan merawat kita disaat kita sedang sakit atau diwaktu tua nanti. Subhanallah! 


Larangan Membujang...!




Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ ، وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لاَخْتَصَيْنَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengizinkan ‘Utsman bin Mazh’un untuk tabattul (hidup membujang), kalau seandainya beliau mengizinkan tentu kami (akan bertabattul) meskipun (untuk mencapainya kami harus) melakukan pengebirian.” (HR. Bukhari no. 5073 dan Muslim no. 1402).

Dalam Subulus Salam (juz 6, halaman 10) karya Ash Shan’ani, disebutkan bahwa tabattul adalah enggan menikah karena memutuskan untuk sibuk beribadah pada Allah.

Dalam Surah (QS. Al Maidah: 87) Allah SWT juga menjelaskan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu.” (QS. Al Maidah: 87).

Ketika menjelaskan salah satu hadits dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al Asqolani pada bahasan Nikah, Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan hafizhahullah menyebutkan, “Terlarang melakukan tabattul yaitu meninggalkan untuk menikah dikarenakan ingin menyibukkan diri untuk beribadah dan menuntut ilmu padahal mampu ketika itu. Larangan di sini bermakna tahrim (haram).” (Minhatul ‘Allam, 7: 182).

Dalam Surah  [QS. Ar-Ruum : 21] Allah SWT juga menjelaskan
وَ مِنْ ايتِهِ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لّتَسْكُنُوْا اِلَيْهَا وَ جَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّ رَحْمَةً، اِنَّ فِيْ ذلِكَ لايتٍ لّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Ruum : 21]

Dari Ibnu Mas’ûd, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai Para Pemuda. Barangsiapa di antara kalian telah mampu (menanggung) beban nikah, maka menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menundukkan pandangan, dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena sesungguhnya berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain untuk menyalurkan dorongan naluri, yaitu kebutuhan seksual, menikah juga memiliki tujuan yang tidak kalah pentingnya. Tujuan itu adalah terjaminnya kelestarian manusia. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. melarang umatnya hidup dengan membujang.



Demikianlah informasi mengenai hukum dan bahaya lama hidup membujang. Oleh karena itu, apabila sudah merasa mampu untuk menikah, maka menikahlah. Sebab pernikahan selain bernilai pahala juga bisa menghindarkan manusia dari dosa dan maksiat.

Share:

Selasa, 05 Februari 2019

Musliadi Laweung Penghina Ulama Aceh "Dicari Masyarakat ACEH."

hukumislamkaji.blogspot.comSeorang Pemuda yang dalam beberapa Hari belakangan kerap menghina para Ulama Aceh akhirnya Dicari Masyarakat Aceh Dimanapun Dia berada, Menurut Informasi Pemuda Yang Bernama MUSLIADI ini Sekarang Berada Dikanada Satu Negara yang berada Di Amerika Utara, Para Warga Aceh Yang Berada Diluar negri Saat Ini masih mencari Informasi tentang kebradaan Pemuda tersebut Di Wilayah kanada.

Masyarakat Aceh Juga Berharab Siapun Yang Mengetahui Keberadaan Pemuda Ini, Harab Segera Menyebarluaskan keberadaannya. Karena Dia telah mencemar Nama Baik ACEH Dan Ulama Aceh.

Hal ini Bisa kita liat dibeberapa vidio yang beredar difacebook khususnya didalam grub Anak Rantau Aceh malaya(GARAM ). Sehingga bermacam cacian dan hujatan dari anak GARAM Ditujukan terhadap pemuda ini,Dengan membalas melalui vidio-vidio yang beredar. Seebagai Bukti kemarahan dan kekesalan masyarakat aceh terhadap penghinaan Ulama Aceh.

Masya Allah, sungguh ini sebuah prilaku yang berlebihan, tidak bermoral dan tidak bisa dibiarkan lagi. Semua tahu prilaku yang ia tampilkan hanyalah akibat dari kebodohan yang ia miliki membuatnya miskin hati dan jiwa. Ia yang telah menuduh Seluruh Ulama  Aceh Sebagai Ulama Munafik, dan Hanya  menganggab Abu Bakar Ba'asyirlah Ulama Satu-satunya Yang Benar Diindonesia ini.

Berikut Beberapa Comentar DiGRUB GARAM":


Hinaan demi hinaan yang sangat tidak pantas dan provokatif terus-terusan dilakukannya dengan leluasa. Alasan demi alasan pun menjadi-jadi, dianggapnya Abu Kuta Krueng sebagai Abu Jahal dan Abu Mudi Samalanga sebagai Abu Lahab karena telah menerima bantuan dari Kafir Pancasila (istilah caciannya kepada Pancasila), demikian seperti Vidio-Vidio Yang Beredar Beberapa hari Ini Di Media Sosial.

Untuk kasus penghinaan terbaru yang dilakukan Dalam  postingan vidio Disosmed khususnya diAkun Facebook ABUSYIK UREUNG GASIEN di antaranya Mencacimaki Abu MUDI, kemudian disebutnya pula sebagai Kafir Syi'ah Majusi laknatullah. Dan postingan ini sangat fatal, diunggah dalam akun facebooknya Baru-Baru Ini. Berikun Gambar Akun Facebooknya;




Share:

Sabtu, 02 Februari 2019

Kisah Inspiratif di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Untuk Para "WALI MURID"

BEBERAPA KALI KITA DENGAR DAN KITA TEMUKAN ORANG TUA MURID BERTINDAK LANCANG KEPADA GURU DARI ANAKNYA. BAHKAN SAMPAI BERANI MELAPORKAN SANG GURU KE KEPOLISIAN ...
UPAYA BODOH SEPERTI ITU SEBENARNYA TELAH MENUTUP PINTU ILMU DAN CAHAYA ILAHI BAGI SANG ANAK.



Sebuah Kisah Inspiratif di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani....
Ada seorang yang busuk hatinya ingin menfitnah Syekh Abdul Qadir..
lalu ia berupaya mencari jalan untuk menfitnahnya..
Maka ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya..
Kebetulan ketika ia mengintip Syekh Abdul Qadir..
ia melihat Syekh Abdul Qadir sedang makan dengan muridnya..
Syekh Abdul Qadir suka makan ayam..
dan setiap kali ia makan ayam dan makanan yang lain.. ia akan makan separuh sahaja..
lebihan makanan tersebut akan diberi kepada muridnya..
Maka orang tadi pergi kepada bapak murid Syekh Abdul Qadir tadi..

Bpk punya anak yg namanya ini?

Jawab si bapak: ya ada..

Anak bpk apa benar belajar dengan Syekh Abdul Qadir?

Jawab si bapak: ya.

Bpk tahu, anak Bpk diperlakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani seperti seorang hamba sahaya dan kucing saja..

Syekh Abdul Qadir beri lebihan sisa makanan pada anak Bpk...

Maka si bapak tidak puas hati lalu ke rumah Syekh Abdul Qadir..

Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing..

Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama'..

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja..

Kalau begitu ambillah anakmu..

Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang..
Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang..
bapak tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat ...
ternyata kesemua soalannya dijawab dengan betul..
Maka bapak tadi berubah fikiran untuk kembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir..

Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali...
tuan didiklah anak saya..
ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing...
Sy melihat ilmu anak sy sangat luar biasa bila bersamamu..

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir..

bukan aku tidak mau menerimanya kembali..
tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU..
ALLAH sudah menutup futuhnya untuk mendapat ilmu..
disebabkan seorang AYAH yang tidak beradab kepada GURU..
maka anak yang menjadi mangsa..
Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu..
Anak, Ibu, ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru..
Betapa pentingnya adab dalam kehidupan seharian kita..


Kisah di atas menceritakan seorang ayah yang tiada adab pada guru..
Bagaimana kalau diri sendiri yang tiada adab, memaki dan mengaibkan gurunya..
Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada gurumu..
maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu..

Semoga Allah jadikan kita orang yang beradab kepada makhluknya terlebih lagi kepada para guru yang telah mengajarkan ilmu kepada kita... Aamiin..
Share:

Jumat, 01 Februari 2019

Kisah Abuya Prof. Dr. Muhibuddin Waly Al-Khalidy-- Hingga Dapat Gelar Prof


Abuya Prof.Dr.Muhibbuddin Waly pergi belajar ke Al-Azhar Kairo Mesir meninggalkan istri dan dua orang anaknya yang masih kecil umur tiga dan satu tahun" Taufik dan Hidayat".
Abuya di Mesir selama enam tahun lebih. Pulang dari Mesir, ketika sudah sampai di rumah Abuya di Jakarta. Abuya mengetuk pintu dengan mengucap "Assalamu'alaikum". Lalu dibukalah pintu oleh dua orang anak Abuya "Taufik dan Hidayat" yang sudah berumur kira-kira 8 dan 6 tahun. Mereka berdua membuka pintu sambil mengintip siapa yg mengetuk dan mengucap salam. Lalu dua orang anak Abuya ini, lari ke dalam rumah sambil berteriak "Ummi,Ummi, ada Tamu"... Lalu Ummi (istri Abuya) melihat, dan ternyata tamu itu adalah suaminya sendiri yg telah lama meninggalkannya untuk menuntut ilmu ke Mesir. Dan ummi berkata kepada dua orang anaknya bahwa ini Abuya kalian, bukan tamu..
Abuya berkata kepada saya bahwa nekmi saya (istri pertama Abuya), selama ditinggal Abuya ke Mesir. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nekmi saya jualan lontong di Tanjung Duren Jakarta...
Wasiat Abuya Muda Waly kepada Abuya Prof. yaitu amalkan Hizb Nashr,Hizb Bahr, Hizb Nawawi, dll. Selalu diamalkan Abuya. Oleh karena itu Abuya memasrahkan seluruhnya baik harta dan keluarga kepada Allah SWT. Awal doa Hizb Nawawi adalah:
بِسْمِ اللَّهِ اَلله أَكْبَرُ أَقُولُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Bismillaahi Allaa-hu Akbar aquulu ‘alaa nafsii wa ‘alaa diinii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa’alaa maalii, wa’alaa ash-haabii, wa’alaa adyaanihim, wa’alaa amwalihim, alfa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.
“Dengan menyebut nama Allah; Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, seribu ‘laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyilazhiim’ (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan kuasa Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

#Artikel ini pernah tayang di RTA kab pidie.

Berikut sekilas Biografi Singkat Abuya Muhibuddin Waly


Nama Penuh : Prof. Dr. H. Teungku Muhibbuddin Waly

Nama Pendek : Muhibbuddin

Asal : Tanjungan, Sumatera Barat

Nama Ayah : Teungku Syeikh H. Muhammad Waly Al-Khalidy Al-Syafi’i Darussalam, Labuhanhaji, Aceh Selatan

Gelaran Tradisi : Teungku dan Abuya

Gelaran Profesional : Doktor (Ph.D) Penghantar Ilmu Fiqh Islam

Tarikh Lahir : 17 Desember 1936, (Rabu)

Tempat Lahir : Simpang Haru Padang Kota, Sumatera Barat

Agama : Islam (Sunni)

Status : Kahwin, mempunyai seorang isteri dan tujuh orang Putera ( Taufiq, Hidayat, Wahyu, Rahmat, Amal, Habibie dan Maulana )

Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Featured Post

Hari ini, 3 Guru LPI-BUDI tungkop Menikah..Ustadz Ku Imam Ku.

Haba Dayah Lam Nangroe.,- 3 Guru LPI-BUDI Tungkop indrajaya kab: pidie  ,,, Tgk Muliadi gapui , Tgk khairul Bambi , Tgk Syahril Tp.Raya , h...

Unordered List

Pages

Theme Support