Jumat, 01 Maret 2019

7 Amalan Sebelum Tidur

Amalan sebelum tidur menurut Rasulullah merupakan sunah yang baik untuk dilakukan. Rasulullah mengajarkan berbagai hal mengenai kehidupan sehari-hari yang patut kita jadikan sebagai suri tauladan yang baik.


Beberapa amalan yang bisa anda lakukan sebelum tidur sudah dijelaskan oleh Rasulullah melalui sabda-sabdanya dalam bentuk hadist. Selanjutnya para ulama menyebarkan dan juga mengajarkan pada saudar-saudara muslim lainnya. Penjelasan mengenai amalan-amalan baik sebelum tidur tersebut bisa anda simak di bawah ini :

DARI Aisyah ra berkata: “Nabi SAW apabila hendak beranjak ketempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya surah al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bagian mana saja semampunya. Beliau SAW memulainya dari atas kepala dan wajahnya dan bagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali.” (HR. Muslim)

Tidur dan bangun sebenarnya adalah perkara yang sangat penting karena tidur dan bangun adalah akhir dan awal aktifitas kehidupan. Rasulullah SAW jika hendak tidur mematikan lampu, mengunci pintu, menutup wadah makanan dan minuman, berwudhu sebagaimana hendak sholat, membaca ayat kursi, membaca surah al-ikhlas, surah al-Falaq, surah an-naas dan membaca doa tidur serta beliau berbaring kearah kanan.


1. Menjaga Diri Kita Untuk Tetap Dalam Keadaan Wudhu
Berwudhu sebelum tidur sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw kepada umat muslim. Kebiasaan seperti ini baik dilakukan untuk menjaga diri kita agar tetap dalam keadaan suci, meskipun anda sedang tidur.

2. Jangan Lupa Menjaga Kebersihan Tempat Tidur
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Untuk itu alangkah baiknya selalu menjaga kebersihan tempat tidur anda. Biasakan untuk membersihkan dan merapikannya sebelum ataupun sesudah anda tidur. Selain akan membuat nyaman, tentunya akan mendatangkan pahala bagi anda.

3. Perbanyak Membaca Dzikir Sebelum Anda Tidur
Membaca dzikir sebelum tidur adalah perbuatan sunah yang selalu dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah Saw. Dengan berdzikir hati akan menjadi lebih tenang. Dzikir bisa anda jadikan bekal dan amalan baik bagi anda, karena kematian bisa datang kapan saja.

4. Melakukan Ibadah Shalat Witir
Terkadang kita sudah mempunyai niat untuk melaksanakan shalat witir bersamaan shalat tahajud sepertiga malam, namun apabila anda tidak yakin akan bisa bangun, sebaiknya laksanakanlah shalat witir sebelum tidur. Hal ini untuk jaga-jaga saja, dikhawatirkan tidak bangun alias kebablasan sampai subuh tidurnya.

5. Jangan Lupa Membaca Doa Sebelum Tidur
Membaca do’a sebelum tidur baik dilakukan untuk menjaga tidur kita agar tetap dalam lindungan Allah Swt. Selain itu bisa kita jadikan bekal, karena suatu kematian tidak tau kapan akan menghampiri diri kita. Jadi setidaknya kita memegang ajaran agama islam yang sudah diajarkan Rasulullah, kalau mungkin kita meninggal dunia dalam keadaan sedang tidur.

6. Segeralah Tidur Setelah Selesai Shalat Isya
Rasulullah Saw mengajarkan kepada umatnya untuk segera beristirahat setelah selesai shalat isya karena sudah melewati aktivitas sehari-hari yang cukup melelahkan. Selain itu baik untuk menjaga kesehatan, istirahat memang sangat diperlukan. Janganlah kalian dzolimi terhadap diri sendiri dengan tidak menyegerakan untuk beristirahat. Karena sifat dzolim sangat dibenci oleh Allah Swt.

7. Perbanyak Mengucapkan Istighfar
Memperbanyak istighfar akan membuat kita menjadi tenang, dengan begitu diharapkan semua dosa yang kita lakukan baik sengaja ataupun tidak sengaja bias diampuni oleh Allah Swt.

Share:

Kamis, 28 Februari 2019

Bagaimana Hukum menyentuh anjing..???



Menyentuh anjing dengan sengaja padahal tidak ada keperluan maka hukumnya makruh dan tidak bernajis dengan catatan kita dan anjingnya sama-sama kering

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

( مَنِ اتَّخَذَ كَلْباً إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ ، أوْ صَيْدٍ ، أوْ زَرْعٍ، انْتُقِصَ مِنْ أجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ ) رواه مسلم 1575

"Siapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga hewan ternak, berburu dan menjaga tanaman, maka akan dikurangi pahalanya setia hari sebanyak satu qirath." (HR. Muslim, no. 1575)

Adapun jika salah satunya basah, kemudian kita sentuh dengan sengaja tanpa keperluan, maka ini dianggap melumuri najis dengan sengaja, dan hukumnya haram serta bernajis

Dari Abdullah bin Umar, radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang memelihara anjing, kecuali anjing untuk memelihara ternak, atau berburu, maka akan dikurangi amalnya setiap hari sebanyak dua qirath." (HR. Bukhari, no. 5163, Muslim, no. 1574)

Tapi kita juga tidak boleh berburuk sangka dengan gambar-gambar seperti itu, karena mungkin wanita bercadar tersebut menganut Mazhab Maliki bukan mazhab Syafii yang menyatakan anjing najis, karena menurut kalangan malikiyyah anjing hidup hukumnya suci, yang mengakibatkan najis pada anjing tertentu pada air liurnya saja.

Share:

Rabu, 27 Februari 2019

Mencintai Rasulullah SAW

Salah satu kisah habib Munzir Al Musawa


AL-Habib Mundzir AL-Musawa : Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu. Aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kuli yang bekerja sepanjang hari, di hadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda, "Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi… kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah….”

Kujenguk dalam kemah mewah itu ada Guru Mulia (Habib Umar bin Hafidz) seraya berkata, "Kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi Engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia."

Maka Rasulullah saw terus mengajakku masuk, "Masuklah... kau sudah kelelahan… kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah). Tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah di sini bersamaku… serumah denganku… seatap denganku…. makan dan minum bersamaku.... masuklah!"


Lalu aku berkata, "Lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta?
(Fatah tegaknya panji kedamaian Rasulullah saw).”

Maka beberapa orang menjawab di belakangku, “Wafatmu akan membangkit kan ribuan hati untuk meneruskan cita-citamu...! Masuklah…!"

Lalu malaikat Izrail as. menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata, "Mari… ku hantar kau masuk... mari…"
Maka kutepis tangannnya dan aku berkata, “Saya masih mau membantu Guru Mulia saya.
Maka Rasulullah saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku. Aku terbangun…. Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya. Ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as. Kukatakan padanya, "Belum… belum... aku masih ingin bakti pada Guru Muliaku… pergilah dulu!” Maka ia pun menghilang gaib begitu saja.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku. Aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasulullah saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala. Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majlis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku… ampuni kesalahanku… kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi...

( اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ )

Share:

Selasa, 26 Februari 2019

PERKARA YANG DAPAT MERUBAH WATAK SESEORANG



PERKARA YANG DAPAT MERUBAH WATAK SESEORANG

عن أبي هريرة، رضي الله عنه، عن النبي ﷺ قال:

(مَنْ بَدَا فَقَدْ جَفَا، وَمَنِ اتَّبَعَ الصَّيْدَ غَفَلَ، وَمَنْ أَتَى أَبْوَابَ السَّلاَطِيْنِ اِفْتَتَنَ، وَمَا ازْدَادَ عَبْدٌ مِنَ السُّلْطَانِ دُنُوًّا إِلاَّ ازْدَادَ مِنَ اللهِ بُعْدًا)

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

Barangsiapa yang tinggal di padang sahara, maka akan benar-benar kasar perangainya. Barangsiapa yang mengikuti hewan buruan, maka akan lalai. 
Barangsiapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa, maka akan tergoda. Dan tidaklah seorang hamba bertambah dekat dengan penguasa, kecuali bertambah jauh dari Allah.

Hadits shahih riwayat Abu Dawud  [2859] dan al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra [20752] dengan sanad yang shahih.

Hadits di atas menjelaskan tentang hal-hal yang berpengaruh terhadap kehidupan seseorang.

Pertama, orang yang tinggal di padang sahara, dengan menjadi masyarakat badui, maka akan berwatak kasar dalam menghadapi orang lain seperti orang-orang badui. Orang yang wataknya kasar, akan meremehkan kebenaran dan terang-terangan melakukan kebatilan.

Kedua, orang yang kerjanya berburu hewan, maka hatinya akan lalai. Orang yang lalai akan berpaling dari kebenaran dan tertipu dengan angan-angan.

Ketiga, orang yang mendatangi pintu penguasa, maka hatinya akan tergoda. Karena orang yang mendatangi mereka, ada kalanya memperhatikan kehidupan mereka yang serba enak, maka ia akan meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Atau melihat perbuatan dan kebijakan mereka yang tidak sesuai dengan kebenaran, maka ia mengabaikan dan tidak mengingkari terhadap hal itu, maka ia menjadi fasiq. Karena itu, semakin dekat seseorang dengan penguasa, maka semakin jauh dari Allah, karena semakin banyak kenikmatan yang tidak disyukuri dan semakin banyak kemungkaran di lingkungan kekuasaan yang dia abaikan.

من صاحب أصغر فكان من الاصغر ولو كان من الأخير
ومن صاحب أخير فكان من الأخير ولو كان الاصغر

Siapa yang berteman dengan para pendosa, maka ia dari golongan mereka dan siapa yang berteman dengan orang-orang pilihan maka ia akan jadi orang orang pilihan walau dulunya ia adalah seorang pendosa 

Share:

Senin, 25 Februari 2019

Nama-nama Syurga Dan Neraka Dalam Islam

Nama- nama Syurga


Surga adalah sebuah nama yang telah dikenal oleh setiap manusia, baik muslim maupun kafir sebagai tempat yang penuh dengan kenikmatan. Namun hanya muslim lah yang berhak untuk tinggal di surga, adapun orang kafir, tempat kembalinya adalah neraka.

Surga berarti kebun yang di dalamnya terdapat banyak pohon dan kurma. Sebagian ulama bahasa mengatakan, “Tidaklah disebut jannah/surga dalam bahasa arab kecuali di dalamnya terdapat pohon kurma dan anggur.” Sebagian yang lain mengatakan, disebut surga/jannah karena lebatnya pohon yang ada di dalamnya dan ranting / dahannya memberikan naungan bagi yang berada di bawahnya.




1. Surga Firdaus
Yakni surga tertinggi dan paling mulia yang diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, menjaga diri dari segala perbuataan yang dilarang, dan menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya

2. Surga ‘Adn
Surga ‘Adn ini adalah tempat yang kekal abadi diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT.

3. Surga Na’im
Yakni Surga yang penuh dengan kenikmatan

4. Surga Ma’wa
Diperuntukan bagi orang-orang yang takut akan kebesaran Allah SWT dan dan dapat mengendalikan hawa nafsunya.

5. Surga Darussalam
Yakni Surga Negeri keselamatan

6. Surga Darul Muqamah
Surga Negeri penunai/pembalasan

7. Surga Al-Maqamul Amin
Surga posisi orang2 jujur

8. Surga Khuldi (kekal) 


Nama- nama neraka 


Kata neraka sering disebutkan dalam kitab suci Al-Qur'an dan jumlahnya sangat banyak sekali. Dalam bahasa Arab disebut naar (Arab النار, Transliterasi an-nār). Tempat ini menurut keyakinan umat Islam adalah tempat di mana manusia dan jin adalah para makhluk yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari para nabi.


Siapapun orang yang dimasukkan ke dalam neraka, dia tidak akan keluar darinya. Pintu neraka berdiri kukuh dan tertutup rapat. Itulah penjara bagi orang-orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat. Ada juga orang-orang yang terakhir kali masuk surga, setelah mereka di siksa sesuai dengan dosa-dosanya yang telah mereka perbuat. Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahan bakar neraka adalah dari manusia dan batu.




1.Neraka Hawiyah
Neraka yang diperuntukkan bagi orang yang ringan amal kebaikannya

2.Neraka Ladza
Neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepalanya

3.Neraka Sair
Neraka yang menyala-nyala

4.Neraka Saqar
Artinya Nerakanya orang yang meninggalkan shalat

5.Neraka Hutamah
Neraka yang membakar manusia sampai ke ulu hatinya.

6.Neraka Wail
Artinya celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna“. (QS. Al-Ma’un: 4-7)

7.Neraka Jahim
Ialah Neraka yang apinya dapat menghanguskan manusia seketika. Neraka ini diperuntukkan bagi orang-orang yang menyekutukan Allah SWT.

8.Neraka Jahannam
Yakni Neraka yang paling bawah atau dasar, paling dalam dan paling berat siksaannya. Tempat ini diperuntukkan bagi orang-orang kafir dan Iblis (Syetan) beserta para pengikutnya
Share:

Jumat, 22 Februari 2019

Ngopi pagi sambil Berbagi.




Tiga Hal Yang Membawa Penyakit.

  1. Banyak Bicara
  2. Banyak Tidur
  3. Banyak makan

Empat Hal Yang Merusak Badan.

  1. Duka
  2. sedih
  3. lapar
  4. Tidak Tidur Malam

Lima Hal Yang Menambah cerah Wajah

  1. Taqwa
  2. Jujur
  3. Pemurah
  4. jaga Kehormatan
  5. Pemaaf

Empat hal Yang Menarik Rezeki

  1. Qiamul Lail
  2. Banyak Istighfar Pada Waktu 2/3 malam
  3. Biasa Bersedekah
  4. Berdzikir Pada Waktu Awal Pagi Dan Petang

Tiga Hal Yang Menjauhkan Rezeki

  1. Tidur Diwaktu Pagi
  2. Sedikit Shalat
  3. Malas
Share:

Minggu, 17 Februari 2019

Kisah Uwais Al-Qarni sang pemuda yang terkenal di langit



Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya.

Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekadar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Uwais Al-Qarni sangat dicintai Rasulullah SAW dan penghuni langit. Dalam sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim: “Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian,” demikian sabda Nabi kepada Umar bin Khattab.

Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Di ceritakan ketika terjadi Pertempuran Uhud Rasulullah ﷺ mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada dia ﷺ, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah dia dari dekat?

Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditinggalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi ﷺ di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya itu.

Dia memaklumi perasaan Uwais, dan berkata, "Pergilah wahai anakku! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.


Berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi ﷺ yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi ﷺ, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidah Fathimah binti Muhammad ﷺ, sambil menjawab salam Uwais.

Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata dia ﷺ tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi ﷺ dari medan perang.

Tapi, kapankah dia pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman," Engkau harus lekas pulang".

Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi ﷺ. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada Sayyidah Fathimah Radliyallahu 'anh untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi ﷺ dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Nabi ﷺ langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rasulullah ﷺ, Sayyidatina Fathimah a.s. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi Sayyidah Fathimah Radliyallahu 'anh, memang benar ada yang mencari Nabi ﷺ dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.



Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”


Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Featured Post

Hari ini, 3 Guru LPI-BUDI tungkop Menikah..Ustadz Ku Imam Ku.

Haba Dayah Lam Nangroe.,- 3 Guru LPI-BUDI Tungkop indrajaya kab: pidie  ,,, Tgk Muliadi gapui , Tgk khairul Bambi , Tgk Syahril Tp.Raya , h...

Unordered List

Pages

Theme Support